Wisata

Global Retirement Report 2025, Ini Daftar Negara Paling Nyaman untuk Masa Pensiun

×

Global Retirement Report 2025, Ini Daftar Negara Paling Nyaman untuk Masa Pensiun

Sebarkan artikel ini
Global Retirement Report 2025, Ini Daftar Negara Paling Nyaman untuk Masa Pensiun
Doc. Foto: EduPortugal

PRIANGAN.ID – Banyak orang merencanakan masa pensiun sejak jauh hari demi menghabiskan masa tua di tempat yang tenang dan nyaman. Pilihannya pun kian beragam karena sejumlah negara menawarkan kemudahan izin tinggal bagi pensiunan.

Global Retirement Report 2025 dari globalcitizensolutions.com menilai 44 negara yang menyediakan visa pendapatan pasif atau izin tinggal pensiun berdasarkan berbagai indikator.

Laporan tersebut menilai negara-negara berdasarkan prosedur izin tinggal, akses mobilitas global, kondisi ekonomi, perpajakan, layanan publik, keamanan, hingga tingkat integrasi sosial.

Hasilnya, lima negara muncul sebagai tempat terbaik untuk menghabiskan masa pensiun. Berikut daftar negara terbaik untuk pensiun menurut Global Retirement Report 2025.

1. Portugal

Portugal menduduki posisi teratas dengan skor keseluruhan 92,61 persen. Negara di Eropa Barat ini dikenal memiliki biaya hidup lebih terjangkau dibandingkan negara tetangganya. Kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dengan penghasilan mulai dari €870 atau sekitar Rp16.743.672 per bulan.

Layanan kesehatannya menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan termasuk salah satu yang terbaik di Eropa. Keamanan Portugal pun relatif tinggi, ditambah paspor negara tersebut yang memberikan akses Visa Schengen sehingga menarik banyak pensiunan internasional.

Bentang alam Portugal juga menjadi daya tarik utama, mulai dari pegunungan, pantai, hingga iklim sejuk yang nyaman untuk dihuni pada masa tua.

2. Mauritius

Mauritius menjadi salah satu negara Afrika yang ramah bagi pensiunan. Berdasarkan laporan yang sama, negara ini meraih skor 89,24 persen.

Negara ini menawarkan biaya hidup mulai dari $1.500 atau sekitar Rp25.027.425 per bulan. Dengan biaya tersebut, pensiunan dapat menikmati gaya hidup santai sekaligus tetap mengakses layanan modern.

Mauritius juga memiliki kebijakan perpajakan dan izin tinggal yang memudahkan pensiunan. Keindahan pantai pasir putih, perairan biru, resor mewah, serta ragam aktivitas olahraga air menjadi daya tarik utamanya.

3. Spanyol

Spanyol dikenal dengan kekayaan budaya serta alamnya yang menawan, menjadikannya salah satu pilihan terbaik bagi pensiunan. Untuk menetap di negara ini, pendapatan bulanan minimal yang dibutuhkan adalah €2.400 atau Rp46.189.440, termasuk pasangan dan anak.

Negara ini juga memiliki sistem layanan kesehatan publik yang dapat diakses penduduk setelah terdaftar dalam sistem Jaminan Sosial atau memiliki asuransi swasta. Spanyol menawarkan kualitas hidup tinggi dengan layanan publik memadai, serta kesempatan menikmati kota bersejarah, Pegunungan Pyrenees, hingga taman nasional.

4. Uruguay

Uruguay meraih skor 88,52 persen dalam Global Retirement Report 2025. Negara Amerika Selatan ini cocok bagi pensiunan yang ingin menikmati suasana santai dan kehidupan masyarakat yang hangat.

Syarat pendapatan untuk menetap di Uruguay adalah $2.000 atau sekitar Rp33.369.900 per bulan, termasuk pasangan dan anak. Keindahan pantai, budaya lokal yang khas, serta kehidupan kota yang tidak terlalu padat menjadikan Uruguay destinasi pensiun ideal.

5. Austria

Austria menempati posisi kelima dengan skor 87,92 persen. Negara ini menawarkan pemandangan alam mengagumkan serta kekayaan budaya yang kuat.

Untuk menikmati masa pensiun di Austria, pendapatan minimal yang dibutuhkan adalah €2.200 per bulan atau Rp42.340.320, termasuk pasangan dan anak. Meskipun biaya hidup relatif tinggi, negara ini memberikan kualitas layanan kesehatan unggul dan infrastruktur yang baik.

Pensiunan dapat menikmati kehidupan yang tenang di Wina maupun berkunjung ke Hallstatt, desa ikonik di Pegunungan Alpen yang menawarkan ketenangan dan panorama memukau.

Daftar negara tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin menghabiskan masa tua di luar negeri. Meski begitu, kondisi keuangan tetap perlu disesuaikan dengan negara tujuan agar masa pensiun dapat dijalani dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *