PRIANGAN.ID – Banyak ibu hamil yang bingung saat perut mulai terasa kencang, “Apakah ini tanda melahirkan?” Padahal, tidak semua kontraksi berarti persalinan akan segera dimulai.
Kontraksi palsu, atau yang dikenal sebagai Braxton Hicks, adalah hal normal yang biasanya muncul di trimester kedua atau ketiga sebagai cara tubuh mempersiapkan rahim untuk persalinan.
Meskipun rasanya mirip kontraksi asli, sifatnya berbeda dan tidak menandakan kelahiran sudah dekat. Mengenali ciri-cirinya dapat membantu ibu hamil lebih tenang dan tahu kapan harus waspada.
Ciri-Ciri Kontraksi Palsu
1. Terjadi Secara Tidak Teratur
Kontraksi palsu biasanya muncul tanpa pola yang konsisten. Perut bisa tiba-tiba mengencang, lalu mengendur, dan muncul lagi di waktu yang berbeda. Tidak ada peningkatan frekuensi atau keteraturan seiring waktu, berbeda dengan kontraksi asli yang semakin sering menjelang persalinan.
2. Intensitasnya Ringan hingga Sedang
Sensasi yang dirasakan biasanya seperti perut ditekan sebentar. Rasa kencang ini tidak semakin kuat dan tidak menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Tidak Menyebabkan Nyeri Hebat
Kontraksi palsu umumnya hanya menimbulkan ketidaknyamanan ringan. Jika rasa sakit mulai terasa kuat, terus-menerus, dan menjalar ke punggung bawah, itu bisa menjadi tanda kontraksi asli.
4. Tidak Ada Lendir Darah atau Cairan Ketuban
Berbeda dengan persalinan yang ditandai keluarnya lendir darah atau pecah ketuban, kontraksi palsu tidak disertai cairan apa pun dari jalan lahir. Jika ada perdarahan atau cairan keluar, sebaiknya segera periksa ke dokter.
5. Mereda dengan Istirahat atau Mengubah Posisi
Ciri khas lainnya adalah kontraksi palsu akan berkurang jika ibu hamil berbaring, duduk santai, atau mengganti posisi tubuh. Minum air putih atau melakukan relaksasi ringan juga bisa membantu meredakan rasa kencang.
6. Tidak Mengubah Leher Rahim
Kontraksi ini tidak menyebabkan pembukaan serviks. Pada pemeriksaan dokter, leher rahim akan tetap tertutup—tanda bahwa persalinan belum dimulai.
Memahami ciri-ciri kontraksi palsu dapat membantu ibu hamil lebih siap menghadapi tanda-tanda persalinan yang sesungguhnya. Namun, bila kontraksi menjadi semakin sering, disertai nyeri hebat, keluar darah, atau cairan ketuban, segera periksa ke tenaga medis untuk memastikan kondisi ibu dan janin.











