PRIANGAN.ID – Di zaman serba digital seperti sekarang, headset telah menjadi bagian penting dari keseharian kita, baik untuk mendengarkan musik, belajar secara daring, hingga mengikuti pertemuan virtual.
Namun, di balik kepraktisannya, penggunaan headset yang keliru bisa berdampak buruk pada kesehatan telinga, terutama pendengaran. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menggunakan headset secara bijak, memahami potensi bahayanya, dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat agar telinga tetap sehat.
Risiko Penggunaan Headset yang Tidak Tepat
Memakai headset dengan volume tinggi dalam waktu lama bisa merusak sel rambut halus di koklea, bagian dalam telinga yang bertugas mengubah gelombang suara menjadi sinyal ke otak. Kerusakan ini bersifat permanen dan dapat memicu:
– Kehilangan Pendengaran akibat Paparan Suara Keras (NIHL): Kondisi ini terjadi secara perlahan, dan gejalanya seringkali baru disadari ketika sudah cukup parah.
– Tinnitus: Sensasi mendengar suara berdenging atau berdengung tanpa sumber suara eksternal. Tinnitus bisa berlangsung sementara maupun permanen, dan sangat mengganggu kenyamanan hidup.
Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 1 miliar orang berusia 12–35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran karena terpapar suara keras, termasuk dari headset.
Tips Aman Gunakan Headset
Agar tetap nyaman dan aman saat menggunakan headset, berikut beberapa langkah yang bisa kamu ikuti:
1. Pilih Headset yang Lebih Aman
Gunakan headset over-ear yang menutupi seluruh telinga karena jenis ini lebih baik dalam meredam kebisingan luar, sehingga volume tidak perlu terlalu tinggi.
2. Ikuti Aturan 60/60
Jaga volume tidak lebih dari 60% dari batas maksimal, dan batasi pemakaian maksimal 60 menit per sesi. Istirahatkan telinga secara berkala.
3. Kurangi Durasi Pemakaian
Hindari penggunaan headset dalam waktu lama tanpa jeda. Gunakan speaker atau perangkat audio eksternal jika memungkinkan, terutama saat rapat daring.
4. Rutin Bersihkan Headset
Headset yang kotor bisa menjadi tempat tumbuhnya kuman dan jamur. Bersihkan secara berkala dengan kain lembut dan cairan pembersih elektronik.
5. Berikan Telinga Waktu Istirahat
Setelah penggunaan intens, istirahatkan telinga dari segala suara keras agar sel-sel pendengaran bisa “pulih”.
6. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Jika kamu sering memakai headset atau berada di lingkungan bising, pertimbangkan untuk rutin cek kesehatan pendengaran ke tenaga medis profesional.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Segera temui dokter THT jika mengalami:
– Pendengaran menurun.
– Telinga berdenging atau berdengung (tinnitus).
– Rasa sakit atau tidak nyaman di telinga.
– Sulit menangkap pembicaraan orang lain.
Headset memang memudahkan aktivitas harian, tetapi penggunaannya harus tetap memperhatikan aspek kesehatan. Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa tetap menikmati hiburan dan berkomunikasi secara nyaman tanpa mengorbankan kualitas pendengaranmu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mulai muncul gejala gangguan pendengaran.











