PRIANGAN.ID – Presiden RI Prabowo Subianto untuk pertama kalinya meninjau kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak resmi menjabat sebagai presiden. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan sejumlah catatan terkait perbaikan desain hingga percepatan pembangunan IKN.
Dirangkum Rabu (14/1/2026), Prabowo tiba di kawasan IKN pada Senin (12/1/2026) sore. Ia langsung menuju IKN usai meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta proyek kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur. Prabowo kemudian bermalam di kawasan IKN.
Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, setibanya di lokasi Prabowo langsung menyalami para pejabat yang menyambut kedatangannya. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono tampak menjadi salah satu pejabat yang menyambut langsung Presiden.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo. Sementara itu, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya yang telah tiba lebih dahulu juga ikut menyambut kedatangan Prabowo.
Selama berada di IKN, Prabowo sempat mendengarkan paparan langsung dari Kepala OIKN Basuki Hadimuljono terkait progres pembangunan ibu kota baru. Usai pemaparan tersebut, Prabowo memberikan sejumlah koreksi.
Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers di SMA Taruna Nusantara, Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
Menurut Prasetyo, koreksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat internal bersama sejumlah menteri. “Bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Ketua OIKN berkenaan dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara kita,” ujarnya.
Prasetyo menegaskan Prabowo sejak awal berkomitmen untuk mempercepat pembangunan IKN, khususnya fasilitas yang akan digunakan lembaga legislatif dan yudikatif. Presiden menargetkan gedung-gedung tersebut dapat rampung pada 2028.
“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk percepatan proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” kata Prasetyo.
Dalam rapat internal tersebut, Prabowo juga memberikan koreksi terkait desain dan fungsi bangunan di IKN. Meski tidak bersifat spesifik, koreksi tersebut bertujuan agar pembangunan dapat berjalan lebih baik dan cepat.
“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama, misalnya, mengenai desain, mengenai fungsi dan diminta terus menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki. Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan,” pungkasnya.











