PRIANGAN.ID – Mengelola keuangan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri secara bijak sangat penting untuk menjaga kestabilan finansial.
Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D., dosen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), menyarankan agar masyarakat menyusun anggaran dengan skala prioritas guna menghindari pengeluaran berlebih.
Selama periode ini, pengeluaran biasanya meningkat untuk kebutuhan seperti makanan, pakaian, transportasi, hingga bingkisan. Oleh karena itu, saran dari pakar UGM ini bisa menjadi panduan keuangan yang efektif untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran dengan lebih terkontrol.
1. Tentukan Skala Prioritas Pengeluaran
Langkah pertama dalam mengatur keuangan adalah menyusun anggaran berdasarkan kebutuhan utama. Rencana anggaran ini bisa mencakup pengeluaran untuk zakat, sedekah, hadiah, pakaian, makanan, dan aktivitas lainnya selama Idulfitri.
“Perencanaan ini akan membantu menghindari pemborosan dan menjaga keuangan tetap stabil,” ujar Akbar dalam pernyataannya di laman resmi UGM.
Prinsip ini juga berlaku untuk pengeluaran selama Ramadan, seperti biaya buka puasa bersama, sahur, dan donasi amal. Dengan memprioritaskan kebutuhan esensial dan menghindari belanja yang tidak perlu, keuangan akan tetap terkendali sepanjang bulan suci.
2. Belanja Lebih Awal untuk Menghindari Lonjakan Harga
Menjelang Lebaran, harga kebutuhan pokok biasanya melonjak karena meningkatnya permintaan. Dengan berbelanja lebih awal, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih stabil dan memiliki waktu untuk membandingkan produk serta mencari penawaran terbaik.
Perencanaan belanja yang matang juga membantu menghindari pembelian impulsif. Fokuslah pada barang-barang yang benar-benar dibutuhkan untuk memastikan setiap pengeluaran memiliki nilai manfaat yang jelas. Dengan begitu, kamu tidak hanya menghemat uang, tetapi juga mengurangi stres akibat belanja mendadak.
3. Sisihkan untuk Bersedekah
Jika masih ada dana tersisa dari anggaran hari raya, alokasikan sebagian untuk bersedekah. Memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan jauh lebih bermanfaat dibandingkan membeli barang yang tidak terlalu penting.
Ramadan merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Menyisihkan sebagian dari anggaran untuk sedekah tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga memperkuat rasa empati dan kebersamaan di tengah masyarakat.
4. Utamakan Kesederhanaan
Menjelang Idulfitri, penting untuk tetap menjaga kesederhanaan dan memfokuskan diri pada makna sebenarnya dari hari kemenangan. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan mempererat silaturahmi merupakan momen yang lebih berharga daripada sekadar kemewahan materi.
Hal yang sama berlaku selama Ramadan. Selain menahan diri dari makan dan minum, Ramadan mengajarkan nilai kesederhanaan dan rasa syukur. Menjalani ibadah dengan penuh ketulusan akan memperkuat hubungan spiritual dan menciptakan ketenangan batin.
5. Siapkan Dana Darurat
Selain menyusun anggaran utama, pastikan untuk menyisihkan dana cadangan sebagai antisipasi pengeluaran tak terduga. Hal ini penting untuk menjaga keuangan tetap stabil jika terjadi situasi yang tidak diinginkan, seperti biaya kesehatan mendadak atau kebutuhan mendesak lainnya.
Dengan mengikuti strategi ini, kamu bisa menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih nyaman dan tenang tanpa khawatir keuangan menjadi tidak terkendali.











