Properti

Tips Desain Rumah Efisien Energi untuk Menghadapi Perubahan Iklim

×

Tips Desain Rumah Efisien Energi untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini
Tips Desain Rumah Efisien Energi untuk Menghadapi Perubahan Iklim
Doc. Foto: Tirto.id

Priangan.id – Dalam menghadapi isu perubahan iklim yang semakin mendalam, sangat penting untuk mencari cara guna menghemat sumber daya alam.

Dalam usaha mengatasi perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, manusia memegang peran penting dalam melindungi kelestarian lingkungan.

Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan merancang hunian yang efisien dalam penggunaan energi. Berikut ini beberapa tips desain rumah hemat energi yang dapat diterapkan untuk mencapainya.

Tips desain rumah hemat energi

1. Optimalkan bangunan dan ventilasi silang
Orientasi bangunan yang tepat dapat mengoptimalkan paparan sinar matahari dan aliran udara alami. Hal ini membantu mengurangi penggunaan energi untuk pendinginan dan pencahayaan.

Ventilasi silang, dengan membuka jendela di sisi berlawanan, memungkinkan udara mengalir bebas, mendinginkan ruangan secara alami dan mengurangi kebutuhan akan AC.

2. Pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan
Pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan, seperti batu bata tanah liat, kayu bersertifikat keberlanjutan, dan kaca berinsulasi ganda, dapat meningkatkan efisiensi energi rumah.

Material ini memiliki sifat isolasi yang baik, yang membantu menjaga suhu dalam ruangan tetap stabil, mengurangi kebutuhan akan pemanas atau pendingin.

3. Pencahayaan alami
Optimalkan pencahayaan alami melalui penggunaan jendela besar dan skylight untuk memaksimalkan sinar matahari. Saat menggunakan pencahayaan buatan, pilihlah lampu LED atau CFL yang hemat energi dan memiliki umur panjang.

4. Penggunaan energi matahari
Memasang panel surya di atap rumah dapat memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan pada energi konvensional dan menghemat biaya listrik.

5. Desain lansekap
Elemen lansekap, seperti pohon peneduh, semak belukar, dan tanaman merambat, dapat membantu mengatur suhu dalam ruangan. Pohon peneduh mengurangi paparan sinar matahari langsung, sementara semak dan tanaman merambat memberikan insulasi tambahan di sekitar dinding rumah.

6. Ketinggian plafon
Plafon yang lebih rendah umumnya lebih hemat energi dibandingkan plafon yang tinggi. Tinggi plafon yang ideal berkisar antara 2,8 hingga 3,5 meter, karena dapat menghemat energi dengan mengurangi volume udara yang perlu didinginkan atau dipanaskan.

7. Perangkat yang hemat energi
Pilihlah peralatan dan perangkat elektronik hemat energi, seperti lemari es, mesin cuci, dan AC dengan peringkat Energy Star. Peralatan ini menggunakan lebih sedikit energi untuk beroperasi, sehingga menghemat biaya listrik.

Dengan menerapkan tips desain rumah hemat energi ini, Anda dapat berkontribusi dalam mengurangi konsumsi energi dan dampak lingkungan, sekaligus menciptakan hunian yang nyaman dan efisien.

Ungkapan “Rumah hemat energi, masa depan yang berkelanjutan” secara tepat menggambarkan peran penting hunian hemat energi dalam menghadapi tantangan zaman.

Tirto.id 18 jul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *